Cara Alami Mengobati Diare

Cara Alami Mengobati Diare | Cara Alami Mengobati Diare dengan konsumsi obat herbal | Cara Alami Mengobati Diare terbaik | Obat Herbal untuk Mengobati Diare Asli Original | Agen Obat untuk mengobati Diare Surabaya Sidoarjo Original Murah | Solusi terbaik dan Cara Alami Mengobati Diare pada bayi | Cara Alami Mengobati Diare dengan cepat | Agen Distributor Obat Herbal Diare surabaya sidoarjo gresik mojokerto | Cara Mengobati Diare Secara Tradisional | Cara Alami Mengobati Diare pada ibu hamil | Cara Alami Mengobati Diare dengan cepat | Obat Herbal alami untuk Diare pada ibu menyusui | Cara Alami Mengobati Diare Paling Ampuh | Cara Alami Mengobati Diare paling manjur | Cara Alami Mengobati Diare paling cepat | Cara Alami Mengatasi diare secara cepat | Cara Alami Mengobati Diare | Penyebab diare pada anak | Cara Alami Mengobati diare dengan cepat |

cara alami mengobati diare, cara alami mengobati diare pada ibu hamil, cara alami mengobati diare pada orang dewasa, cara alami mengobati diare dan muntah, cara alami mengobati diare saat hamil, cara alami mengobati diare pada ibu menyusui, cara alami mengobati diare akut, cara ampuh mengobati diare secara alami, cara alami mengatasi diare dengan cepat, cara cepat alami mengatasi diare, cara cepat dan alami mengobati diare, cara mengobati diare secara alami dan cepat, cara cepat mengobati diare secara alami, cara mengobati diare dengan cara alami, cara mengobati diare dengan cepat dan alami, cara alami mengobati diare orang dewasa, cara alami mengatasi diare orang dewasa, cara mengobati diare dengan alami, cara alami mengobati mencret pada orang dewasa, Cara Alami Mengobati Diare dengan CEPATcara mengobati diare dengan alami, cara mengatasi diare dengan alami, cara mengobati diare dengan bahan alami, cara alami mengobati diare ibu hamil, cara alami mengatasi diare saat hamil, cara alami mengatasi diare ibu hamil, cara alami mengatasi diare pada ibu hamil, cara mengobati diare secara alami pada ibu hamil, cara mengobati diare saat hamil secara alami, cara alami mengatasi mencret pada ibu hamil, cara alami mengatasi sakit perut karena diare, cara alami mengobati mencret mencret, cara mengobati diare dengan obat alami, cara alami mengobati sakit diare, cara alami mengobati sakit mencret, cara mengobati diare secara alami, cara mengobati diare secara alami, cara mengobati diare secara alami untuk ibu hamil, cara alami untuk mengobati diare, cara mengobati diare yang alami, cara mengobati diare yang alami, cara mengatasi diare secara alami pada ibu hamil, cara mengobati diare pada ibu hamil secara alami, cara mengatasi diare pada ibu hamil secara alami, cara mengobati diare pada orang dewasa secara alami

Seperti telah kita ketahui bersama orang dewasa normalnya buang air besar sebanyak satu atau dua kali sehari, sedangkan pada penyakit diare ini, buang air besar lebih sering yaitu lebih dari tiga kali sehari. Oleh karena itu, Pengertian atau Definisi Diare adalah buang air besar dengan tinja encer atau berair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (normalnya).

Sehingga orang yang mengalami diare akan lebih sering ke toilet untuk buang air besar dengan volume feses yang lebih banyak dari biasanya. Diare dikenal juga dengan istilah mencet. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Penyakit Diare biasanya berlangsung beberapa hari dan sering sembuh atau hilang tanpa pengobatan. Akan tetapi adapula penyakit diare yang berlangsung selama berminggu-minggu atau lebih. Atas dasar itulah penyakit diare digolongkan menjadi diare akut dan kronis. Diare Akut adalah diare yang berlangsung kurang dari dua minggu. Sedangkan Diare Kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu.

Cara Alami Mengobati Diare KRONIS

Penderita diare di Indonesia

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ketigabelas sebagai penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen. Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ketiga penyebab kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan prevalensi sebesar 16,7 persen.

Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Oleh sebab itu diare tidak boleh dianggap enteng walaupun kondisi ini umum terjadi.

Gejala diare

Gejala diare bermacam-macam, dimulai dari yang hanya merasakan sakit perut singkat dengan tinja yang tidak terlalu encer hingga ada yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Pada kasus diare parah, kemungkinan penderitanya juga akan mengalami demam dan kram perut hebat.

Faktor penyebab diare secara umum

Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus bisa terjadi ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti norovirus dan rotavirus.

Diare juga bisa timbul akibat faktor-faktor berikut ini:

  • Efek samping obat-obatan tertentu,
  • Faktor psikologi, misalnya gelisah,
  • Konsumsi minuman beralkohol dan kopi yang berlebihan.

Diagnosis diare

Dalam mendiagnosis diare, dokter biasanya akan menanyakan seputar gejala yang dialami dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mencari apakah terjadi dehidrasi. Pada sebagian kasus, dokter perlu melakukan pemeriksaan rektum, meneliti sampel tinja, atau bahkan pemeriksaan darah.

Seputar pengobatan diare

Jika parah, diare bisa berujung kepada dehidrasi. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa penderita, terutama jika terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi jauh lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Maka dari itu, orang tua disarankan untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak. Penderita juga disarankan untuk meminum banyak cairan selama diare masih berlangsung.

Oralit bisa diminum untuk menghindari dehidrasi, tetapi konsultasikan pemakaiannya terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, terutama jika Anda menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung.

Obat antidiare biasanya tidak terlalu dibutuhkan, kecuali bagi mereka yang memiliki aktivitas padat atau yang ingin bepergian jarak jauh. Salah satu obat antidiare yang efektif dan cepat dalam menghentikan diare adalah loperamide. Meski begitu, loperamide tidak boleh diberikan kepada anak-anak.

Sebagian besar penderita diare sembuh setelah beberapa hari tanpa melakukan pengobatan. Pada orang-orang dewasa, diare biasanya sembuh setelah 2-4 hari. Sedangkan pada anak-anak, diare biasanya berlangsung lebih lama, yaitu antara 5-7 hari.

Jika anak Anda mengalami diare yang parah, berkelanjutan, atau jika dia mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segera periksakan anak Anda ke dokter. Diare sebanyak enam kali atau lebih dalam jangka waktu 24 jam pada anak juga sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.

Begitu juga dengan diare yang membuat kondisi tubuh Anda menurun drastis harus dikonsultasikan kepada dokter, terlebih jika ada darah atau nanah pada tinja Anda.

Pemeriksaan tinja di laboratorium mungkin diperlukan sebagai bagian dari penelitian lebih jauh. Diare yang berlangsung lebih dari beberapa minggu pada orang dewasa bisa diakibatkan oleh sindrom iritasi usus, kanker usus, atau penyakit Crohn.

Cara mencegah diare

Diare bukan saja berdampak kepada diri penderita, tapi juga berpotensi menyebar, terutama kepada anggota keluarga. Oleh sebab itu, diare sebaiknya dicegah mulai dari kontak pertama hingga penyebarannya.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:

  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran.
  • Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.
  • Utamakan bahan makanan yang segar.
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.

Jika Anda mengalami diare, Anda boleh mengambil langkah-langkah seperti berikut ini untuk mencegah diare menyebar kepada orang-orang di sekitar Anda.

  • Jika tinggal satu rumah, pastikan penderita menghindari penggunaan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.
  • Membersihkan toilet dengan disinfektan tiap setelah buang air besar.
  • Tetap berada di rumah setidaknya 48 jam setelah periode diare yang terakhir.
  • Mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan.

Berikut paparan lebih detail mengenai penyakit diare :

Gejala Diare

Gejala diare berbeda-beda, ada yang hanya mengalami sakit perut singkat dengan tinja yang tidak terlalu encer hingga ada juga yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Biasanya diare jangka panjang membuat penderita kerap merasa ingin buang air besar.

Cara Alami Mengobati Diare Gejala Diare

Pada prinsipnya diare terjadi akibat gangguan sistem percernaan. Gangguan tersebut dapat berupa gangguan penyerapan, gangguan pengeluaran enzim usus, ataupun gangguan gerakan usus yang disebabkan oleh bakteri ataupun nonbakteri sehingga mengakibatkan perubahan jumlah ataupun konsentrasi sisa makanan yang akan dibuang. Dengan demikian, gejala yang akan ditemui sebagian besar adalah gejala dari sistem pencernaan.

Gejala diare meliputi:

  1. Peningkatan frekuensi buang air besar;
  2. Peningkatan jumlah tinja per buang air besar;
  3. Pengenceran konsistensi tinja;
  4. Rasa melilit di perut;
  5. Kembung, sering buang gas dan bersendawa;
  6. Mual, muntah;
  7. Pada bayi dapat dijumpai kemerahan pada kulit sekitar bokong;
  8. Bila penyebabnya adalah infeksi dapat disertai demam;
  9. Bila terjadi dehidrasi penderita akan lemas, ujung jari teraba dingin, hingga penurunan kesadaran.

Pada penderita diare harus ditelusuri hal-hal berikut:

  • Karakteristik diare: frekuensi buang air besar dalam sehari, lama diare telah berlangsung, warna tinja, konsentrasi tinja, bau busuk, lendir dan darah pada tinja;
  • Jumlah cairan yang masuk selama diare, apakah selama diare penderita mau minum;
  • Adanya gejala yang dapat menunjukkan adanya dehidrasi: mual, anak rewel, lemah, penurunan kesadaran, kejang;
  • Jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi selama diare, adakah riwayat konsumsi makanan yang tidak biasa sebelum diare muncul.

Dehidrasi adalah komplikasi tersering dan umumnya ditemui pada pasien anak-anak. Dehidrasi tidak boleh dianggap remeh karena penyebab kematian utama pada diare diakibatkan oleh dehidrasi. Dehidrasi terjadi akibat jumlah cairan yang dikeluarkan melalui diare lebih besar daripada cairan yang masuk melalui minum. Dehidrasi paling banyak ditemui pada penderita diare kolera, penderita yang tidak mau minum, dan penderita yang mengalami penurunan kesadaran.

Dehidrasi dibagi ke dalam 2 derajat:

  1. Dehidrasi ringan-sedang, yakni bila terjadi kehilangan cairan sekitar 5-10% dari berat badan. Dehidrasi ringan-sedang ditegakkan bila ditemui tanda:
  • Keadaan umum gelisah atau cengeng;
  • Ubun-ubun sedikit cekung, mata tampak cekung, air mata saat menangis tampak keluar lebih sedikit dari biasanya, bibir tampak sedikit kering;
  • Ujung jari kaki tangan masih teraba hangat;
  • Penderita biasanya mengeluhkan haus dan masih dapat minum banyak.
  1. Dehidrasi berat, yakni bila terjadi kehilangan cairan lebih dari 10% berat badan. Dehidrasi berat ditegakkan bila ditemui tanda:
  • Keadaan umum lemah, letargi, atau koma;
  • Ubun-ubun sangat cekung, mata tampak sangat cekung, saat menangis tidak keluar air mata, bibir tampak kering;
  • Ujung jari kaki tangan teraba dingin;
  • Penderita biasanya malah tidak mau minum, buang air kecil jarang, dan urin tampak pekat.

Bila tidak didapatkan tanda di atas, yakni penderita masih tampak segar, sadar, mata tidak cekung, bibir tampak basah, ujung jari kaki tangan hangat, maka penderita tidak mengalami dehidrasi.

Cara Alami Mengobati Diare Gejala Diare Dehidrasi

Beberapa gejala diare lainnya adalah:

  • Hilang nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah

Diare biasanya pulih dalam waktu dua sampai empat hari. Namun Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami diare lebih dari satu minggu atau diare tersebut sampai mengganggu tidur Anda. Selain itu, temui dokter jika Anda mengalami diare yang disertai dengan muntah-muntah, darah pada tinja atau pendarahan di dalam anus, menceret parah yang mengarah kepada dehidrasi, penurunan berat badan, atau jika Anda mengalami diare setelah mengonsumsi antibiotik dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Pada anak-anak, diare umumnya berlangsung sekitar lima hari sampai seminggu. Jika lebih lama dari waktu tersebut atau diare mereka disertai muntah, ada darah pada tinja, dan menceret parah, segera periksakan dirinya ke dokter. Pemeriksaan dokter juga perlu segera dilakukan apabila anak (terutama bayi) Anda buang air besar enam kali atau lebih sering dalam sehari.

Dehidrasi sebagai dampak dari diare

Diare yang parah atau yang berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi tidak boleh dianggap enteng karena dapat berakibat kepada kematian.

Pada anak-anak, gejala dehidrasi bisa meliputi rewel atau cepat mengantuk dan kondisi tubuh yang menurun. Selain itu, jarang buang air kecil, kaki dan tangan terasa dingin, serta kulit pucat dan berbintik bisa mengindikasikan dehidrasi juga. Orang tua disarankan untuk mewaspadai gejala-gejala dehidrasi pada anak mereka.

Sedangkan pada orang dewasa, gejala dehidrasi meliputi hilangnya nafsu makan, mual dan pusing, kelelahan atau kurang tenaga, serta pening ketika berdiri. Selain itu, jantung berdebar, kram otot, mata cekung, serta lidah kering bisa mengindikasikan terjadinya dehidrasi.

Penyebab Diare

Ketika seseorang mengalami diare, tinja menjadi encer karena banyaknya cairan yang disekresikan ke dalam usus. Atau sebaliknya, cairan di dalam usus tidak dapat diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang juga bisa menjadikan diare berlangsung singkat atau lama.

Cara Alami Mengobati Diare Gejala Penyakit Diare

Diare singkat (jangka pendek) dapat disebabkan oleh:

  • Infeksi bakteri yang juga bisa menyebabkan keracunan makanan (campylobacter, clostridum difficile, escherichia coli, salmonella, dan shigella).
  • Infeksi virus (rotavirus dan norovirus).
  • Parasit giardia intestinalis.
  • Radang usus buntu.
  • Alergi makanan.
  • Kerusakan lapisan usus akibat radioterapi.
  • Masalah psikologi (misalnya gangguan kecemasan).
  • Makanan yang mengandung pemanis buatan.
  • Intoleransi fruktosa (pemanis alami pada madu dan buah-buahan) dan intoleransi laktosa (pada susu dan produk sejenisnya).
  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Efek samping obat (statin, obat-obatan kemoterapi, obat pencahar, antibiotik, antasida dengan kandungan magnesium, obat selective serotonin reuptake inhibitor/SSRI, dan obat antiinflamasi nonsteroid / NSAID).

Sedangkan diare yang berlangsung lama (jangka panjang) biasanya disebabkan oleh:

  • Penyakit Crohn, yaitu radang pada lapisan sistem pencernaan.
  • Kolitis ulseratif, yaitu suatu kondisi yang berdampak kepada usus besar.
  • Sindrom iritasi usus atau terganggunya fungsi normal usus.
  • Penyakit coeliac atau penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluren.
  • Kolitis mikroskopik atau sejenis penyakit radang usus yang menyebabkan diare encer.
  • Fibrosis kistik atau penyakit turunan yang berdampak kepada paru-paru dan sistem pencernaan.
  • Kanker usus.
  • Radang pankreas kronis.
  • Efek samping pengangkatan bagian perut (gastrektomi).

Diagnosis Diare

Untuk mengetahui apakah seorang pasien terkena diare dan faktor apa saja yang menyebabkannya, pertama-tama dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan pada pasien, misalnya seberapa sering pasien mengalami diare, seperti apa tekstur kotoran yang dikeluarkan, apakah diare disertai gejala demam, apakah pasien suka makan di sembarang tempat, dan apakah pasien pernah melakukan kontak dengan penderita diare.

Cara Alami Mengobati Diare Gejala Penyakit Diarrhea

Selain itu, dokter juga mungkin akan menanyakan apakah pasien sedang mengonsumsi suatu obat (bisa jadi diarenya akibat efek samping obat), berapa banyak kopi atau minuman beralkohol yang dia konsumsi, atau apakah baru-baru ini pasien sering gelisah dan mengalami stres.

Pemeriksaan lebih lanjut

Pemeriksaan lebih lanjut bisa saja dilakukan apabila jawaban yang diberikan pasien belum cukup membantu dokter dalam menarik kesimpulan. Beberapa jenis metode pemeriksaan untuk kasus diare di antaranya adalah tes darah, analisis sampel tinja, dan pemeriksaan rektum.

Pemeriksaan darah biasanya disarankan oleh dokter jika diare diduga terjadi akibat penyakit tertentu, seperti penyakit inflamasi usus.

Sedangkan langkah analisis sampel tinja dilakukan jika dokter mencurigai diare disebabkan oleh bakteri atau parasit, atau jika pasien:

  • Memiliki gejala lain, seperti adanya darah atau nanah pada tinja.
  • Mengalami diare berkepanjangan selama lebih lebih dari seminggu.
  • Memiliki gejala yang berdampak kepada seluruh tubuh Anda, seperti demam dan dehidrasi.
  • Baru saja dirawat di rumah sakit atau mengonsumsi antibiotik.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena Anda mengidap HIV.

Jika Anda berusia di atas 50 tahun atau jika penyebab diare tidak diketahui, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan colok dubur. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan meneliti apakah diare disebabkan oleh adanya masalah atau kelainan di dalam lubang dubur atau saluran usus besar. Pemeriksaan colok dubur dilakukan dokter dengan cara memasukkan jari yang telah dilindungi sarung tangan ke dalam lubang dubur.

Jika penyebab diare masih juga belum bisa diketahui, pemeriksaan seperti kolonoskopi atau sigmoidoskopi mungkin akan dilakukan. Pemeriksaan ini biasanya jarang ada di klinik-klinik praktik dokter dan harus dilakukan di rumah sakit. Dalam pemeriksaan kolonoskopi, dokter akan memasukkan sebuah pipa fleksibel khusus yang disebut kolonoskop guna memeriksa kondisi seluruh usus Anda. Sedangkan dalam sigmoidoskopi, pemeriksaan usus dilakukan dengan memasukkan alat yang disebut sigmoidoskop dari dubur. Alat ini hampir serupa dengan kolonoskop, namun ukurannya lebih kecil dan dilengkapi dengan kamera serta lampu pada ujungnya.

Pengobatan Diare

Pengobatan diare yang dianjurkan oleh badan kesehatan dunia / World Health Organization (WHO) adalah sebagai berikut:

Pemberian cairan

Pemberian cairan amat penting mengingat komplikasi tersering yang juga dapat menyebabkan kematian penderita diare adalah dehidrasi. Pemberian cairan bertujuan untuk mengganti cairan yang keluar saat diare. Karena jika tidak diganti, cairan yang defisit pada tubuh dapat menyebabkan perubahan kadar keasaman darah, mengurangi volume darah yang menghantarkan oksigen, menganggu metabolisme sel yang kesemuanya dapat berakibat fatal.

Anak yang masih sadar atau pasien dewasa harus dimotivasi untuk minum sebanyak yang mereka mampu. Pada prinsipnya semua cairan boleh diminumkan, termasuk ASI bagi penderita bayi. Namun bila dicurigai adanya gangguan penyerapan zat tertentu, susu yang mengandung laktosa sebainya dihindari terlebih dahulu dan diganti susu bebas laktosa atau susu kedelai.

Oralit adalah cairan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi selama diare. Oralit memiliki tingkat kelarutan yang baik sehingga mudah diserap di usus. Jika tidak tersedia oralit, dapat dibuat cairan gula-garam dengan osmolaritas yang mendekati oralit. Caranya ialah campurkan ke dalam satu gelas (200 cc) air matang sebanyak satu sendok teh gula dan satu sendok teh garam.

Pada penderita dengan dehidrasi berat, pada penderita bayi-anak yang sulit minum, atau pada penderita yang selalu muntah setelah makan-minum maka penggantian cairan harus diupayakan melaui cairan intravena (infus).

Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit/ion adalah salah satu kunci penting dalam penanganan diare. Hal ini diperlukan untuk menghindari maupun menangani dehidrasi. Anda atau anak Anda disarankan untuk minum beberapa teguk cairan sesering mungkin meski mengalami gejala muntah. Sedikit cairan lebih baik daripada tidak sama sekali. Hindarilah jus buah dan minuman bersoda karena dapat memperparah kondisi diare, terutama pada anak.

Baca juga : Cara Alami Mengobati Diare Pada Anak

Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, kulit pucat atau berbintik, kondisi tubuh yang menurun drastis, kaki dan tangan yang terasa dingin, serta rewel dan lekas mengantuk, Anda disarankan untuk segera memeriksakan dirinya ke dokter.

Faktor-faktor di bawah ini membuat seorang anak lebih berisiko mengalami dehidrasi:

  • Mengalami lebih dari enam kali diare dalam satu hari.
  • Muntah lebih dari dua kali dalam sehari.
  • Berhenti menyusu secara tiba-tiba.
  • Berumur kurang dari satu tahun, terutama jika berumur di bawah enam bulan.
  • Berumur kurang dari dua tahun dengan berat badan di bawah rata-rata saat lahir.

Tetap berikan bayi Anda susu atau makan secara normal meski mereka mengalami diare. Ketika menyusui, Anda sendiri harus terus meningkatkan asupan cairan sendiri agar persediaan ASI selalu terjaga.

Medikamentosa (obat-obatan)

Beberapa studi sebenarnya menunjukkan bahwa obat-obatan diare tidak mendatangkan keuntungan bagi penderita dan malah dapat memperburuk keadaan. Obat antidiare tidak mengatasi penyebab diare sehingga pemakaian obat-obatan antidiare sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Antibiotik hanya diberikan bila ada indikasi, misal pada disentri atau kolera. Pemberian antibiotik yang tidak rasional dapat menganggu kesimbangan bakteri normal pada usus sehingga dapat menyebabkan diare persisten. Antibiotik diberikan sesuai dengan organisme penyebab diare. Daire akibat virus tidak membutuhkan antibiotik.

Seng

Seng atau zink atau zat besi merupakan salah satu zat mikronutrisi. Zat ini telah terbukti dapat menurunkan frekuensi buang air besar, menurunkan volume tinja, dan menurunkan angka kejadian diare ulangan. Seng atau zink diberikan selama 10-14 hari meskipun penderita sudah tidak mengalami diare. Dosis seng atau zink ialah 20 mg per hari. Pada anak usia di bawah 6 bulan dosisnya ialah 10 mg per hari.

Pemberian nutrisi yang baik

Penderita diare harus tetap makan seperti biasa. Pada bayi yang masih menyusui, ASI harus tetap diberikan. Bila mual, makanan diberikan sedikit-sedikit tetapi sering. Serat sedikit dikurangi agar konsistensi tinja tidak lembek akibat kebanyakan serat.

Edukasi

Edukasi mengenai diare, kebersihan diri dan lingkungan, serta informasi mengenai kapan harus segera membawa penderita ke rumah sakit adalah hal yang dimasukan WHO dalam pilar pengobatan diare yang holistik. Edukasi penting terutama bagi orang tua penderita diare anak-anak. Orang tua disarankan membawa anaknya ke rumah sakit bila terdapat demam, diare berdarah, makan atau minum sedikit, anak tampak haus, atau diare tidak membaik dalam waktu 3 hari.

Pencegahan Diare

Pada dasarnya, pencegahan diare tergantung kepada kedisiplinan seseorang dalam menjaga kebersihan makanan dan minuman. Perhatian khusus diperlukan dalam mengelola makanan dan minuman dari cara memasak sampai pada proses penyimpanan. Dengan demikian, seseorang dapat terhindar dari berkembangnya mikoorganisme, seperti bakteri yang dapat menyebabkan diare. Kesimpulannya, makin tinggi standar kebersihan Anda, maka makin kecil risiko Anda terkena diare.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air hangat seperti sebelum makan, setelah memegang daging mentah, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain dengan binatang piaraan.
  • Jagalah kebersihan kuku Anda terutama jika memiliki kuku yang panjang.
  • Menjauhi makanan dan minuman yang kebersihannya diragukan.
  • Tidak minum air keran.
  • Menjaga kebersihan dapur dan kamar mandi.
  • Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.
  • Makan makanan yang dimasak dari bahan-bahan yang segar.
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.
  • Buang makanan dan minuman yang sudah kedaluarsa.

Untuk mencegah penyebaran diare kepada orang-orang di sekitarnya, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Bersihkan selalu toilet dengan obat  pembasmi kuman setelah digunakan.
  • Selalu cuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan.
  • Jangan beraktivitas dahulu sampai setidaknya dua hari setelah diare yang terakhir.
  • Jika tinggal satu rumah, pastikan Anda menghindari penggunaan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota keluarga lain di rumah.
  • Hindari penggunaan kolam renang selama dua minggu setelah diare yang terakhir, jika penyebab diare berasal dari parasit cryptosporidium.
  • Masih banyak yang belum menyadari bagaimana diare bisa berakibat fatal, terutama bagi anak-anak di Indonesia. Kebersihan diri dan makanan perlu diperhatikan demi mencegah terkena diare.

Pengobatan Alami Diare Pada Orang Dewasa dengan Herba Androbi + Daun Sirsak

Herbal Androbi adalah herbal formulasi yang terbuat dari tanaman obat dan sangatlah efektif dalam pengobatan penyakit karena memiliki efek farmakologi yang potensial (lebih kuat) diantaranya:

– Antibiotic (atasi infeksi), antibakteri, antiparasit
– Anti inflamasi (anti radang / bengkak)
– Antipiretik (penurun panas)
– Imunostimulant (meningkatkan daya tahan tubuh)
– Antikoagulan (mencegah penggumpalan darah)
– Antitoksik (anti racun)
– Hepatoprotektor (pelindung sel hati dari racun)

Cara Alami Mengobati Diare dengan Herba Androbi

Untuk melihat produk daun sirsak lebih detail silahkan KLIK DISINI

Cara Alami Mengobati Diare dengan Daun Sirsak

 

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *