Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1

Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1

Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 | Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 dengan konsumsi obat herbal | Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 terbaik | Obat Herbal untuk Mengobati Diabetes Tipe 1 Asli Original | Agen Obat untuk mengobati Diabetes Melitus Surabaya Sidoarjo Original Murah | Solusi terbaik dan Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 | Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 dengan cepat | Agen Distributor Obat Herbal Diabetes Tipe 1 surabaya sidoarjo gresik mojokerto | Cara Mengobati Diabetes Tipe 1 Secara Tradisional | Cara Alami Mengobati Kencing Manis | Cara Alami Mengobati Kencing Manis dengan cepat | Obat Herbal alami untuk Diabetes tipe 1 | Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 Paling Ampuh | Cara Alami Mengobati diabetes melitus paling manjur | Cara Alami Mengobati Kencing Manis paling cepat | Cara Alami Mengatasi diabetes melitus | Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 | Penyebab demam kencing manis | Cara Alami Mengobati diabetes melitus dengan cepat |

cara alami mengobati diabetes, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1, cara alami mengobati diabetes kering, cara alami mengobati diabetes insipidus, cara alami mengobati diabetes melitus, cara alami mengobati diabetes basah, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1, cara alami mengatasi diabetes melitus, cara alami menyembuhkan diabetes tipe 1, cara alami pengobatan diabetes tipe 1, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1, cara alami menyembuhkan diabetes melitus, cara alami menyembuhkan diabetes kering, cara alami mengobati luka diabetes tipe 1, cara alami mengobati gejala diabetes tipe 1, cara alami mengobati penyakit diabetes kering, cara pengobatan alami diabetes kering, cara alami mengatasi gejala diabetes tipe 1, cara alami menyembuhkan luka diabetes, cara alami menyembuhkan penyakit diabetes kering, cara alami mengobati luka akibat diabetes tipe 1, cara ampuh mengobati diabetes tipe 1 secara alami, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 dengan bahan alami, cara mengobati luka diabetes basah secara alami, bagaimana cara mengobati diabetes tipe 1 secara alami, cara mengobati diabetes tipe 1 secara alami dan cepat, cara mengobati diabetes tipe 1 dengan cara alami, cara cepat mengobati diabetes secara alami, cara mengobati diabetes tipe 1 dengan alami, cara mengobati diabetes tipe 1 dengan bahan alami, cara mengatasi diabetes dengan alami, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1, cara mengobati diabetes dengan obat alami, cara mengobati diabetes insipidus secara alami, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1cara mengobati luka diabetes secara alami,  cara alami mengobati luka pada penderita diabetes, cara alami mengobati penyakit diabetes melitus, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1, cara alami mengobati penyakit diabetes, cara alami menyembuhkan penyakit diabetes, cara alami pengobatan penyakit diabetes, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1, cara mengobati penyakit diabetes kering secara alami, cara mengobati penyakit diabetes melitus secara alami, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1, cara alami mengobati sakit diabetes, cara alami menyembuhkan sakit diabetes, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1, cara mengobati diabetes secara alami, cara mengobati diabetes scra alami, cara mengobati diabetes kering secara alami, cara mengobati diabetes melitus secara alami, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1, cara mengobati diabetes basah secara alami, cara alami untuk mengobati diabetes, Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1, cara mengobati diabetes yang alami, cara alami atasi diabetes melitus, cara mengatasi diabetes melitus secara alami, cara mengatasi penyakit diabetes melitus secara alami

Pengertian Diabetes Tipe 1

Diabetes adalah penyakit kronis (menahun) yang terjadi ketika pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak secara efektif  menggunakan insulin. Sedangkan diabetes tipe 1 sendiri termasuk jenis diabetes dengan produksi insulin yang rendah. Oleh karena itu diabetes tipe 1 disebut juga  diabetes ketergantungan insulin, atau dikenal dengan istilah penyakit autoimun diabetes dengan penyebab yang belum diketahui pasti.

Kadar gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin. Jika tubuh kurang insulin, kadar gula darah akan meningkat drastis akibat terjadinya penumpukan, ini yang disebut hiperglikemia. Inilah yang terjadi saat seseorang menderita diabetes mellitus tipe 1.

Penyebab kurangnya produksi insulin oleh pankreas pada penderita diabetes tipe 1 belum diketahui hingga saat ini sehingga belum dapat disimpulkan cara pencegahannya. Diabetes tipe ini dapat timbul pada usia berapa pun, umumnya menyerang pasien di bawah usia 40 tahun, khususnya anak-anak (childhood-onset diabetic). Terkadang dikenal dengan istilah diabetes ‘remaja’.

Penderita Diabetes di Indonesia

Pada tahun 2015, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun (dikutip dari Federasi Diabetes Internasional). Namun, hanya sekitar separuh dari mereka yang menyadari kondisinya.

Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi tinggi untuk diabetes tipe 1. Pada tahun 2010, diperkirakan ada sekitar 113.000 anak di bawah 15 tahun yang mengidap diabetes tipe 1 dengan perkiraan 18.000 kasus baru pada setiap tahunnya.

Gejala Umum dan Komplikasi Penderita Diabetes Tipe 1

Gejala umum diabetes pada awal penyakit, yang juga dikenal dengan gejala klasik di kalangan medis, adalah sering kencing (polyuria), sering haus (polydipsia) dan sering lapar (polyphagia). Gejala-gejala ini akan berkembang dan memburuk seiring dengan tidak terkontrolnya kadar gula yang sangat tinggi dalam darah (hiperglikemia) sehingga merusak jaringan dan organ-organ tubuh, dan berkomplikasi.

Tanpa insulin, gula dalam darah tidak dapat masuk dan digunakan oleh sel-sel tubuh. Akhirnya tubuh akan mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menyebabkan penurunan berat badan. Ini dapat mengakibatkan kondisi akut yang disebut ketoasidosis diabetik , yaitu kondisi di mana darah menjadi terlalu asam dan terjadinya dehidrasi yang membahayakan.

Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 GEJALA DIABETES

Kadar glukosa darah yang tinggi juga bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh. Karena itu, diabetes bisa mengakibatkan sejumlah komplikasi jika tidak dikendalikan dengan baik. Peningkatan kadar gula darah yang tidak signifikan dan tidak memicu gejala pun bisa mengakibatkan kerusakan bila terjadi dalam  jangka panjang.

Diagnosa dan Langkah Pengobatan Diabetes Tipe 1

Diabetes ketergantungan insulin atau tipe 1 termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan hanya bisa dikendalikan. Diagnosis diabetes sejak dini sangat penting agar pengobatan bisa segera dilakukan sehingga kadar gula darah penderita yang tinggi bisa dikendalikan. Pengobatan diabetes bertujuan untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah dan mengendalikan gejala untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.

Organ pankreas dalam tubuh penderita diabetes tipe 1 tidak memproduksi insulin lagi sehingga mereka harus menerima suplai insulin dari luar tubuh secara rutin. Mereka juga dituntut untuk belajar menyesuaikan dosisnya dengan makanan yang dikonsumsi, kadar gula darah, dan aktivitas yang dilakukan.

Proses penyesuaian tersebut harus dilakukan secara bertahap. Beberapa jenis insulin yang bisa digunakan meliputi:

  • Insulin kerja panjang yang dapat bertahan satu hari.
  • Insulin kerja singkat yang dapat bertahan maksimal delapan jam.
  • Insulin kerja cepat yang tidak bertahan lama, tapi bereaksi cepat.

Cara pengobatan untuk penderita diabetes bisa menggunakan kombinasi dari jenis-jenis insulin di atas.

Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 DAN Gejala

Transplantasi sel-sel pankreas yang memproduksi insulin (sel islet) juga mungkin dapat menolong sebagian penderita diabetes tipe 1. Dalam proses ini, sel islet dari yang diambil dari donor yang sudah meninggal akan dimasukkan ke pankreas penderita diabetes tipe 1.

Transplantasi islet memang efektif untuk mengurangi risiko serangan hipoglikemia parah. Hipoglikemia adalah keadaan di mana kadar gula darah jatuh terlalu rendah. Kondisi ini sama berbahayanya dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Tetapi, walau ada negara-negara yang sudah menerapkan transplantasi islet, banyak juga penderita diabetes yang enggan menjalaninya karena risiko yang cukup tinggi.

Pola makan sehat dan seimbang serta olahraga teratur terbukti dapat menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes. Berhenti merokok juga dapat mengurangi risiko komplikasi penyakit jantung.

Gejala Diabetes Tipe 1

Gejala-gejala awal diabetes tipe 1 atau yang dikenal sebagai gejala klasik, yaitu:

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari (polyuria).
  • Sering haus (polydipsia).
  • Sering merasa lapar (polyphagia).

Selain itu juga dapat disertai gejala-gejala lain yang timbul tiba-tiba, antara lain:

  • Turunnya berat badan.
  • Pandangan kabur akibat perubahan bentuk lensa pada mata.
  • Kelelahan

Gejala diabetes tipe 1 dapat berkembang dan memburuk dengan cepat dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa hari. Apabila penderita mengalami mual, muntah-muntah, napas dalam yang berat, napas berbau seperti buah-buahan, kehilangan nafsu makan, sakit perut, atau demam tinggi, segera temui dokter.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Penyebab diabetes tipe 1 tidak diketahui, tapi diduga gen ikut berpengaruh terhadap munculnya penyakit ini.

Diabetes tipe 1 pernah dianggap sebagai kondisi autoimun. Pada umumnya, sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi untuk melawan dan menghancurkan apa saja yang dianggap asing atau berbahaya. Dalam kasus diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh telah keliru menyerang sel-sel dalam pankreas sehingga produksi insulin pun berhenti. Ini karena kekebalan tubuh mengira sel-sel pankreas tersebut membahayakan tubuh.

Penyebab di balik reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sel-sel pankreas ini belum diketahui secara pasti. Namun, kombinasi dari beberapa faktor dipercaya dapat menyebabkan kondisi ini.

Faktor keturunan merupakan faktor pemicu utama diabetes yang telah diketahui. Risiko seseorang untuk terkena diabetes tipe 1 akan sedikit lebih tinggi jika ada keluarga inti (ibu, ayah, atau saudara kandung) yang mengidap penyakit yang sama.

Lingkungan juga dipercaya dapat mempertinggi risiko diabetes tipe 1. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Virus. Ada salah satu teori yang mendeskripsikan bahwa terdapat sejumlah yang diduga merangsang respons autoimun yang akan menyerang sel-sel yang terinfeksi beserta sel-sel beta dalam pankreas. Misalnya, enterovirus, virus Epstein-Barr, virus rubella, rotavirus, serta virus gondongan.
  • Obat-obatan dan senyawa kimia. Terdapat sejumlah obat atau senyawa kimia yang dipercaya bisa menghancurkan sel-sel pankreas, yaitu pyrinuron serta strepzotocin.
  • Gluten. Salah satu protein dalam gluten, yaitu gliadin, diduga berpotensi memengaruhi perkembangan diabetes tipe 1.

Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 Faktor penyebab diabetes

Diagnosis Diabetes Tipe 1

Diagnosis diabetes sejak dini sangatlah penting agar pengobatan bisa segera dilakukan. Jika mengalami gejala diabetes, Anda dianjurkan untuk secepatnya berkonsultasi pada dokter.

Tes Urine dan Glukosa Darah untuk Menentukan Kandungan Glukosa

Dokter biasa akan meminta Anda untuk menjalani tes urine dan tes darah. Sampel urine akan dites untuk memeriksa kandungan glukosanya. Pada kondisi normal, urine tidak mengandung glukosa. Namun, zat tersebut akan menumpuk dan mengalir ke ginjal serta urine, jika Anda menderita diabetes. Dokter juga biasanya akan memeriksa apakah ada kandungan keton (senyawa yang mengindikasikan diabetes tipe 1 yang sudah berkomplikasi) dalam urine Anda.

Apabila terdapat glukosa dalam urine, Anda biasanya akan dianjurkan untuk menjalani tes darah guna memastikan diagnosis. Sampel darah Anda umumnya diambil sebanyak dua kali, yaitu glukosa puasa dan dua jam setelah makan.

Sampel darah untuk tes glukosa puasa akan dilakukan pada pagi hari setelah Anda berpuasa selama 8 hingga 12 jam. Anda kemudian akan diberikan segelas minuman yang mengandung kadar gula yang telah ditentukan.

Tepat dua jam setelahnya, sampel darah Anda akan kembali diambil untuk tes glukosa guna mengevaluasi aktivitas insulin dalam tubuh Anda.

Tes HbA1c

Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan kadar gula rata-rata dalam darah pasien selama periode 2 hingga 3 bulan terakhir. Tingkat HbA1c dengan angka 6,5% atau lebih akan menandakan pasien mengidap diabetes. Tes ini juga dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal  untuk orang yang berisiko mengidap diabetes.

Tes Autoantibodi

Prosedur ini dapat digunakan untuk membedakan diabetes tipe 1 dan 2 sebelum pasien mengalami hiperglikemia.

Pengobatan Diabetes Tipe 1

Langkah Pengobatan dengan Insulin

Organ pankreas dalam tubuh penderita diabetes tipe 1 tidak mampu memproduksi insulin sehingga penderita harus menerima suplai insulin tiap hari. Ada beberapa jenis insulin yang bisa digunakan. Di antaranya:

  • Insulin kerja cepat yang efeknya tidak bertahan lama, tapi bereaksi cepat.
  • Insulin kerja singkat yang efeknya dapat bertahan maksimal delapan jam.
  • Insulin kerja panjang yang efeknya dapat bertahan maksimal sehari.

Pengobatan untuk penderita diabetes mungkin menggunakan kombinasi dari jenis-jenis insulin di atas.

Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 kencing manis

Insulin lewat suntikan

Cara pemberian insulin yang paling umum adalah lewat suntikan. Cara ini dipilih karena jika diminum dalam bentuk tablet, insulin akan dicerna dalam perut seperti makanan dan tidak bisa masuk ke dalam darah.

Pada tahap awal pemakaian, dokter biasanya akan membantu Anda untuk menyuntikkan insulin. Lalu Anda akan diajari cara menyuntik dan menyimpan insulin serta membuang jarum dengan aman.

Ada dua metode yang biasanya digunakan untuk memberikan suntikan insulin, yaitu lewat jarum dan alat suntik atau pena. Penderita diabetes umumnya membutuhkan dua hingga empat suntikan per hari.

Pompa Insulin

Alternatif lain untuk menyuntikkan insulin adalah dengan pompa insulin. Alat penampung insulin ini berukuran kecil. Selang kecil lengkap dengan jarum di ujungnya akan menghubungkan pompa ke tubuh Anda. Jarum tersebut umumnya dimasukkan ke tubuh lewat perut, tapi ada juga yang memasukkannya lewat pinggul, paha, bokong, atau lengan.

Pompa ini akan menyalurkan insulin ke aliran darah dengan takaran yang bisa diatur, sehingga Anda tidak perlu melakukan suntikan insulin lagi. Tetapi Anda tetap harus waspada dan memantau kadar gula darah dengan saksama untuk memastikan Anda menerima dosis insulin yang tepat.

Pompa insulin sangat praktis dan dapat digunakan oleh semua penderita diabetes tipe 1, terutama yang sering mengalami kadar gula rendah. Alat ini juga belum digunakan secara luas di Indonesia karena harganya yang mahal.

Pemantauan Kadar Gula Darah 

Menjaga kadar gula darah agar tetap seimbang

Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah menjaga keseimbangan glukosa darah. Anda bisa melakukannya dengan pengobatan insulin dan pola makan sehat, tetapi untuk memastikan kadar gula darah yang normal, Anda membutuhkan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin.

Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 kencing manis DIABETES

Beberapa faktor yang bisa memengaruhi kadar gula darah Anda adalah:

  • Frekuensi dan intensitas olahraga.
  • Penyakit lain seperti pilek atau batuk.
  • Mengonsumsi obat lain.
  • Konsumsi minuman beralkohol.
  • Perubahan jumlah hormon selama menstruasi.

Pemeriksaan kadar gula darah sendiri dapat dilakukan lewat tes darah sederhana dengan tusukan kecil di jari. Tes ini umumnya dianjurkan bagi para penderita diabetes. Anda mungkin perlu melakukannya sebanyak empat kali atau lebih dalam sehari. Tipe pengobatan insulin yang Anda jalani akan memengaruhi frekuensi tes yang dibutuhkan. Dokter juga akan menjelaskan tentang kadar gula darah yang ideal.

Milligrams/deciliter (mg/dL) adalah satuan untuk kadar gula darah yang digunakan secara umum di Indonesia. Karena itu, Anda sebaiknya berhati-hati, memastikan satuannya terlebih dulu saat membeli alat tes glukosa darah dan mengetahui nilai rujukannya .

Pemeriksaan kadar gula darah secara teratur

Selain pemantauan sendiri yang dilakukan tiap hari, Anda dianjurkan untuk menjalani tes HbA1c setiap 2-6 bulan sekali. Proses ini akan menunjukkan keseimbangan kadar gula darah Anda serta tingkat keefektifan jenis pengobatan yang Anda jalani.

Metode Penanganan Hiperglikemia

Kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia) dapat terjadi karena beberapa sebab, misalnya porsi makan yang terlalu banyak, kondisi kesehatan yang menurun, atau dosis insulin yang kurang. Penyesuaian pola makan atau dosis insulin akan dibutuhkan penderita diabetes yang mengalami hiperglikemia. Dokter juga dapat membantu Anda untuk menemukan penyesuaian terbaik.

Hiperglikemia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius. Tubuh akan mengolah lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif, serta meningkatkan kadar asam dalam darah (ketoasidosis diabetik).

Ketoasidosis diabetik sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan penderita mengalami dehidrasi, muntah-muntah, kehilangan kesadaran, bahkan kematian. Karena itu, penderita diabetes yang mengalami hiperglikemia harus segera ditangani di rumah sakit. Penderita juga biasanya akan diberi infus untuk menambah cairan tubuh, seperti cairan saline dan potasium.

Metode Penanganan Hipoglikemia

Saat kadar gula darah Anda terlalu rendah, Anda akan mengalami hipoglikemia. Kondisi ini dapat terjadi pada semua penderita diabetes, tapi umumnya terjadi pada penderita diabetes tipe 1.

Beberapa gejala untuk hipoglikemia ringan adalah lemas, gemetaran, dan lapar. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis, misalnya minuman bersoda (bukan yang jenis diet), gula, atau kismis. Glukosa murni dalam bentuk tablet atau cair juga bisa dikonsumsi untuk mengatasi hipoglikemia secara cepat.

Hipoglikemia berat akan mengakibatkan penderita diabetes merasa linglung, mengantuk, bahkan kehilangan kesadaran. Penderita diabetes yang mengalami kondisi ini harus diberi suntikan glukagon (hormon yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat) langsung pada otot atau vena.

Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 Hypoglycemia

Kehilangan kesadaran akibat hipoglikemia berarti hipoglikemia kemungkinan bisa kambuh lagi beberapa jam kemudian. Karena itu, beristirahatlah dan pastikan ada yang menemani Anda.

Anda akan membutuhkan pertolongan medis secepatnya dan suntikan glukagon lagi jika tetap merasa mengantuk atau tidak siuman selama 10 menit setelah menerima suntikan glukagon pertama pada otot.

Penanganan dengan Transplantasi Islet

Transplantasi islet juga mungkin dapat menolong sebagian penderita diabetes tipe 1. Dalam proses ini, sel islet diperoleh dari donor yang sudah meninggal dan ditranplantasikan ke dalam pankreas penderita diabetes tipe 1. Sel islet adalah jenis sel pankreas yang menghasilkan insulin.

Penanganan dengan Transplantasi Pankreas

Transplantasi pankreas bisa mengembalikan kemampuan pengendalian glukosa tubuh, khususnya bagi pengidap diabetes tipe 1 dengan kondisi yang fluktuatif atau memiliki kadar gula darah yang tidak stabil. Namun, prosedur ini berisiko tinggi karena membutuhkan proses imunosupresi yang lebih berbahaya dibanding terapi penggantian insulin sehingga hanya dianjurkan beserta atau setelah transplantasi ginjal.

Obat-obatan Lain untuk Mengurangi Risiko Komplikasi

Penderita diabetes tipe 1 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Karena itu dokter mungkin akan menyarankan obat-obatan berikut untuk mengurangi risikonya, seperti:

  • Statin untuk mengurangi kadar kolestrol tinggi.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi.
  • Obat-obatan ACE inhibitor, seperti enalapril, lisinopril, atau ramipril, jika ada indikasi penyakit ginjal diabetik. Perkembangan penyakit yang ditandai dengan adanya protein albumin dalam urine ini bisa dikendalikan jika segera ditangani.
  • Aspirin dosis rendah untuk mencegah stroke.

Di samping penanganan medis, menerapkan gaya hidup sehat juga dapat membantu dalam menangani diabetes tipe 1. Contohnya dengan melakukan diet rendah karbohidrat, olahraga yang cukup, serta menghindari stres.

Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 komplikasi

Komplikasi Diabetes Tipe 1

Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh. Karena itu, diabetes bisa memicu sejumlah komplikasi jika tidak dikendalikan dengan baik. Peningkatan kadar gula darah yang tidak signifikan dan tidak memicu gejala pun dapat mengakibatkan dampak jangka panjang.

Diabetes Retinopati

Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah pada retina (retinopati). Pembuluh darah tersebut bisa tersumbat, bocor, atau tumbuh secara acak sehingga menghalangi cahaya untuk mencapai retina. Komplikasi ini dapat mengakibatkan kebutaan jika dibiarkan.

Memeriksakan mata Anda tiap tahun akan membantu pendeteksian dini retinopati sehingga dapat ditangani secepatnya.

Retinopati diabetik yang terdeteksi sejak dini dapat ditangani dengan operasi laser. Tetapi, prosedur ini hanya untuk mempertahankan daya penglihatan dan bukan menyembuhkan.

Diabetes Neuropati (Kerusakan Saraf)

Kelebihan glukosa darah dapat merusak pembuluh darah halus dan saraf. Hal ini dapat memicu sensasi kesemutan atau perih yang biasa berawal dari ujung jari tangan dan kaki, lalu menyebar ke bagian tubuh lain. Neuropati yang menyerang sistem pencernaan dapat menyebabkan mual, muntah, diare, atau konstipasi.

Sesuatu yang biasa terlambat kita sadari, yaitu kerusakan pada saraf atau terhambatnya aliran darah pada kaki bisa meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kesehatan kaki. Jika dibiarkan, luka serta goresan kecil pada kaki penderita diabetes dapat berkembang menjadi infeksi serius.

Penderita yang telah mengalami kerusakan saraf sebaiknya mengecek kondisi kakinya tiap hari. Apabila terjadi perubahan, konsultasikanlah dengan dokter. Pemeriksaan kondisi kaki oleh dokter juga dianjurkan setidaknya sekali dalam setahun. Komplikasi pada kaki yang harus Anda waspadai adalah:

  • Luka yang tidak kunjung sembuh.
  • Kulit yang terasa panas saat disentuh.

Penyakit Jantung serta Stroke

Penderita diabetes memiliki risiko lima kali lebih tinggi untuk terkena penyakit jantungatau stroke. Kadar gula darah yang tidak seimbang dan dibiarkan cukup lama akan meningkatkan risiko atherosklerosis, yaitu penyempitan aliran pembuluh darah yang biasanya terjadi akibat akumulasi kolesterol. Komplikasi ini memiliki risiko-risiko berikut:

Menghambat aliran darah ke jantung dan menyebabkan serangan angina (dikenal dengan istilah angin duduk). Serangan angina diindikasikan dengan adanya sakit dada yang terasa menekan.

Menyebabkan serangan jantung atau stroke karena meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah pada jantung atau otak.

Diabetes Nefropati (Kerusakan Ginjal)

Ginjal memiliki jutaan pembuluh darah halus yang menyaring limbah dari darah. Jika pembuluh darah halus tersebut tersumbat atau bocor, kinerja ginjal Anda akan menurun.

Kerusakan parah pada ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal. Apabila mengalami gagal ginjal, Anda akan membutuhkan dialisis (cuci darah) atau bahkan transplantasi ginjal.

Disfungsi Seksual

Diabetes dapat merusak pembuluh darah halus serta saraf. Karena itu, para penderita diabetes pria (terutama yang merokok) dapat mengalami disfungsi ereksi. Gangguan ini biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan.

Sementara, penderita diabetes wanita juga berpotensi mengalami gangguan disfungsi seksual, seperti kepuasan seksual yang menurun, kurangnya gairah seks, gagal mencapai orgasme, rasa sakit saat berhubungan intim, serta vagina yang kering. Penanganan pada penderita diabetes wanita yang mengalami kekurangan cairan vagina atau merasa sakit saat berhubungan intim dapat menggunakan pelumas atau gel.

Keguguran dan Lahir Mati pada Janin

Penyakit ini dapat membahayakan sang ibu maupun janin. Risiko keguguran dan kelahiran mati akan meningkat apabila diabetes ibu hamil tidak ditangani dengan saksama. Kadar gula darah yang tidak dijaga dengan baik pada masa awal kehamilan sang ibu juga bisa mempertinggi risiko cacat lahir.

Ibu hamil yang menderita diabetes dianjurkan untuk memeriksakan kondisi diabetesnya secara teratur ke rumah sakit atau klinik. Konsultasi rutin ini akan mempermudah dokter untuk memantau kadar gula darah sang ibu dan mengendalikan dosis insulin yang harus diberikan.

Pengobatan Diabetes Tipe 1 dengan Diacare HIU plus Mengkudu

Diacarehiu adalah herbal 100% alami yang diformulasikan secara khusus untuk mencegah dan mengobati diabetes, menormalkan gula darah, dan memperbaiki kelenjar pancreas dengan efek farmakologi yang potensial menjadikan herbal Diacarehiu semakin berkhasiat dan dapat mencegah terjadinya komplikasi akibat diabetes. Penggunanan jangka lama tidak menimbulkan efek samping. Bisa juga dikombinasikan dengan Herbal Mengkudu + Gamat. Ditambah dengan konsumsi Alga Gold Cereal sebagai penunjang gizi si penderita.

Solusi Mengatasi Diabetes Melitus :

  1. Melakukan pengobatan hingga kadar gula darah menjadi normal
  2. Kontrol makanan yang dikonsumsi, gizi seimbang.
  3. Banyak minum air putih.
  4. Berhenti merokok dan minum alkohol
  5. Menghindari stress. Buatlah suasana yang menyenangkan dan lakukan relaksasi-relaksasi setiap hari.
  6. Memperbaiki gaya hidup yang kurang sehat dengan berolahraga secara teratur
  7. Turunkan berat badan jika mengalami kegemukan
  8. Minum herbal Diacare 3x sehari 3 kapsul

Cara Alami Mengobati Diabetes Tipe 1 Diacare

Lebih detail produknya silahkan KLIK DISINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *